Cara Bermain Gobak Sodor

Cara Bermain Gobak Sodor | Permainan Tradisional Anak Indonesia

Apa permainan tradisional favoritmu waktu kecil? Kalau aku selain bermain bentengan, suka sekali bermain gobak sodor. Mungkin anak sekarang sudah jarang yang bermain gobak sodor. Berikut ini cara bermain gobak sodor untuk diketahui, mana tahu permaina tradisional ini bisa dilestarikan lagi.

Gobak Sodor diyakini berasal dari Yogyakarta. Kata Gobak Sodor berasal dari kata Gobag dan Sodor. Kata Gobak memiliki arti bergerak dengan bebas, sedangkan Sodor berarti Tombak. Kata Sodor juga diartikan menyodorkan ke depan atau mengulurkan tangan.

Jumlah pemain dalam gobak sodor harus berjumlah genap antara 6-10 orang. Kemudian dibagi menjadi dua tim, tim jaga dan tim serang. Tiap tim beranggotakan 3-7 orang.

Yang harus dipersiapkan dalam permainan ini adalah lapangan yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran 9x4m, atau lapangan bulu tangkis, yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur.

Baca Juga: Makna Hompimpa Alaium Gambreng

Adapun cara bermain Gobak Sodor adalah setiap orang di grup jaga membuat penjagaan berlapis dengan cara berbaris ke belakang sambil merentangkan tangan agar tidak dapat dilalui oleh lawan. Satu orang penjaga lagi bertugas di garis tengah yang bergerak tegak lurus dari penjaga lainnya. Selama permainan berlangsung, salah satu kaki penjaga harus tetap di atas garis jaga. Jika pemain lawan tersentuh maka pemain pun gugur. Kemenangan akan diperoleh grup jaga jika berhasil mengenai seluruh pemain lawan.

Masih belum jelas?

Permainan gobak sodor ini dimainkan secara grup atau tim dan melibatkan dua. Tiap tim itu terdiri tiga hingga lima orang. Biasanya ini dimainkan dengan menggunakan lapangan segiempat berukuran 9 x 4 meter yang dibagi menjadi enam bagian. Anggota tim yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan dibagi dua, menjaga di garis horizontal dan batas vertikal.

Bagi yang menjaga di garis horizontal mereka harus berusaha untuk menghalangi lawan agar tidak melewati garis batas. Bagi anggota yang berjaga di garis vertikal, mereka mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan.

Untuk tim lawan harus menuju garis ke baris hingga baris paling belakang. Kemudian lawan harus kembali lagi melewati penjagaan hingga sampai ke baris awal.

Permainan ini tidak hanya ada di Pulau Jawa, tapi juga di pulau lain. Namun nama permainannya berbeda, sedangkan cara bermainnya sama.  Di Kepulauan Natuna permainan ini dikenal dengan nama Galah, sementara di Riau dikenal namanya Galah Panjang. Di Jawa Barat namanya itu Galah Asin, di Makasar ada Asing, dan di daerah Batak Toba disebut permainan Margala.

Baca Juga: Kumpulan Peribahasa Musi Banyuasin dan Artinya

Manfaat bermain Gobak Sodor ini berupa nilai-nilai pembelajaran kompetisi sosial pada permainan gobak sodor ini. Pada permainan ini bagaimana anak berusaha mengecoh lawan agar temannya dapat melewati garis. Ini memiliki jiwa kebersamaan, belajar kompak dan bekerjasama. Permainan ini juga mengajarkan kita untuk tidak putus asa dan harus tetap berusaha. Jangan sampai lawan yang berhasil melewati garis langsung membuatnya putus asa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.