5 Destinasi Wisata di Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Banyuasin yang merupakan pecahan Kabupaten Musi Banyuasin juga memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik. Kelima destinasi tersebut memiliki nilai sejarah dan sosial budaya yang luar biasa. Berikut 5 destinasi wisata di Kabupaten Banyuasin:

Sungsang, Desa Wisata Air

Sungsang sebagai Desa Wisata Air yang terkenal mempunyai pemandangan alam yang indah. Sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata air di daerah Kabupaten Banyuasin yang dapat meningkatkan pemasukan daerah dengan menempuh pembangunan industri pariwisata air dan lebih memantapkan dan menaruh perhatian yang lebih mendalam menyangkut pariwisata di Desa Sungsang.

Selain itu, adat istiadat pernikahan desa Sungsang yang dikenal dengan nama basengi juga menarik disaksikan. Upacara adat pernikahan ini diawali dengan pemotongan hewan kerbau sebagai persembahan untuk sang pencipta sebagai rasa syukur warga atas segala nikmat. Wisata Budaya ini di tampilkan saat acara Pawai Budaya Nusantara di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Tim kesenian Kabupaten Banyuasin yang mewakili provinsi Sumatera Selatan dibawahkan oleh 45 penari dari sanggar seni Sedulang Setudung dibawah asuhan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin Hj Hafinalty Amiruddin Inoed. Ini menunjukan bahwa Wisata Budaya di Kabupaten Banyuasin memiliki potensi. Adat tersebut merupakan salah satu kekayaan kebudayaan Budaya Bumi Sedulang Setudung yang bisa dijadikan objek wisata dan memperkenalkan kebudayaan daerah yang sangat menarik.

Monumen Front Langkan

Front bersejarah yang terletak di Jalan palembang – betung KM 35. Banyuasin III. Monumen yang dibuat karena pristiwa pertempuran lima hari lima malam dikota palembang tanggal 1 Januari s/d 5 Januari 1947, merupakan salah satu ikon Kabupaten Banyuasin karena bangunan bersejarah ini memiliki daya tarik pengunjung, terkadang banyak para pengunjung yang berkunjung ketempat bersejarah ini untuk melihat monumen dan berfoto disini, Dengan adanya kegiatan pariwisata jangka pendek, misalnya pada akhir pekan atau dalam masa liburan sehingga orang dapat mengadakan perjalanan sekedar untuk melihat bangunan bersejarah, suasana pedesaan atau kehidupan  dan dengan di potensi tempat bersejarah ini diharapkan para wisatawan bisa berkunjung untuk mengetahui dan menambah wawasan tentang tempat bersejarah daerah Kabupaten Banyuasin.

Sembawa, Lokasi Penas KTNA XII

Lokasi Penas KTNA XII Desa Sembawa Kecamatan Banyuasin III, yang dicanangkan Presiden SBY sebagai kawasan percontohan pengembangan agrobisnis atau dikenal dengan agrocenter penelitian tanaman Holtikultura dan mempunyai banyak sarana bangunan yang dibangun pemerintah Propinsi Sumatera Selatan di Desa Lalang Sembawa, Kabupaten Banyuasin, baik itu berupa jalan, gedung, taman dan rumah adat. Tetapi karena kurang pemanfaatan, perawatan dan perhatian dari Pemerintah setempat sekarang kondisinya terlantar dan disalah gunakan pemanfaatannya oleh remaja. Mulai dari dijadikannya sebagai tempat berpacaran yang dinilai sudah melebihi batas diluar kewajaran sampai yang paling menonjol sekarang sarana jalan dijadikan arena balapan liar. Kondisi lokasi yang menghabiskan anggaran mencapai Rp 3 miliar ini sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai ikon daerah dan dijadikan objek wisata Kabupaten Banyuasin jika dirawat dan dikelola dengan baik.

Pulau Ekor Tikus

PEMERINTAH Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan akan mengembangkan Pulau Ekor Tikus atau Pulau Alangan Tikus yang berada dalam wilayah Desa Sungsang 2, Kecamatan Banyuasin II, sebagai lokasi wisata yang potensial.

Suasana alam yang menawan mengisyaratan lokasi ini mirip kawasan wisata di Raja Empat ataupun wisata sungai di Mekong Vietnam. Letaknya juga mudah dikunjungi dengan melalui akses Jalan sungai dan laut yang tidak terlalu jauh dari pelabuhan Tanjung Siapi-api (TAA) hanya berkisar waktu 20 menit sudah dapat sampai.

Taman Nasional Sembilang

Secara administratif pemerintahan, TN Sembilang termasuk wilayah Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Aksesibilitas menuju Kawasan TN Sembilang dilakukan dengan menggunakan kendaraan air. Hal ini dikarenakan karakteristik dan lokasi kawasan yang merupakan perairan. Jalur yang umum digunakan untuk mencapai kawasan TN Sembilang adalah dengan menggunakan kendaraan air speedboat dari Palembang.

Peserta Kompetisi Foto Ekspedisi Burung Migran oleh Tribun Sumsel-Sriwijaya Post  membidik foto burung migran di Taman Nasional Sembilang, Sabtu (10/11/2018).
Peserta Kompetisi Foto Ekspedisi Burung Migran oleh Tribun Sumsel-Sriwijaya Post membidik foto burung migran di Taman Nasional Sembilang, Sabtu (10/11/2018). (Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana)

Biasanya, masyarakat Palembang menempuh perjalanan sungai dari dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) selama 4 jam. Atau bisa juga menggunakan kendaraan darat dari Palembang ke Simpang PU atau Parit 5 yang terletak di Jalan Raya Tanjung Api Api sekitar 1 jam. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan speedboat sekitar 2 jam.

Terdapat beberapa tipe habitat, yakni hutan manrgrove, rawa dan dataran lumpur. Dan hutan mangrove di TN Sembilang merupakan yang terluas di Indonesia bagian barat dengan luas 87.000 hektar.

Potensi Satwa

a. Terdapat tidak kurang dari 53 spesies mamalia, di antaranya Berang-Berang (Lutra lutra) Beruang Madu (Helarctos malayanus), Kucing Bakau (Felis bengalensis), Macan Dahan (Neofelis nebulosa), Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), Musang Air (Cynogale Bemetti), Babi (Sus Srofta).

b. Setidaknya terdapat lima primata termasuk Ungko (Hylobates agilis), Kera Ekor Panjang (Масаса Fascicularis), Beruk (M. nemestrina) dan Lutung Kelabu (Presbytis cristata).

Sejumlah burung-burung yang ada di Taman Nasional Sembilang, Sumsel
Sejumlah burung-burung yang ada di Taman Nasional Sembilang, Sumsel (Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana)

c. Terdapat 213 jenis burung, 112 jenis ditemukan di daerah mangrove dan 44 jenis di antaranya menggunakan mangrove sebagai habitat utama. Hasil kajian 2016-2018, terdapat 28 spesies burung air migran.

Sekitar 80.000 ekor burung dapat dijumpai setiap harinya di Delta Banyuasin, di antaranya Bangau Bluwok (Mycteria Cinerea), Bangau Tongtong (Leptoptilos Javanicus), Cucuk Besi (Threskiornis Melanocephalus), Bangau Storm (Ciconia Stormy), Cangak Sumatera (Ardea Sumatrana), Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Rangkong Helm (Rhinoplax Virgil), Rangkong Hitam (Antrhacoceros Malayanus), Gajahan Timur (Numenius Madagascariensis), Dara Laut (Sternidae), Cerek (Charadrius), Biru Laut (Limosa) dan Kedidi (Calidris),

d. Reptil tercatat ditemukan Buaya Muara (Crocodylus Porosus), Buaya Sinyulong (Tomistoma Schlegelii), Ular Cincin Mas (Boiga Dendrophila) dan Ular Sawah (Phyton).