Air Terjun Ai Beling

Mitos Air Terjun Ai Beling di Sumbawa

Sudahkah kamu mengunjungi air terjun Ai Beling di Sumbawa? Bisa dikatakan bahwa air terjun Ai Beling ini adalah salah satu air terjun terindah di Sumbawa. Ia cukup layak disejajarkan dengan Air Terjun Mata Jitu (dan Queen Waterfall) di Pulau Moyo, dan Air Terjun Ai Kalela di Sumbawa Barat. Yang membuatnya unik dan berbeda adalah lebar air terjun ini. Dan bila debit airnya sedang bagus, bentangan itu membentuk seolah tirai air di bebatuan yang tidak terlalu tinggi.

Lalu bagaimanakah soal mitos air terjun Ai Beling ini? Ya, ada cerita mengenai Ai Beling yang dalam bahasa Sumbawa berarti air yang berbunyi atau air yang bicara. Air Terjun yang berada di Desa Sempe ini memiliki mitos, cerita putri raja Sumbawa pada zaman dahulu kala yang kabur dari rumahnya karena dijodohkan oleh sang Raja dengan laki-laki yang tidak dicintainya. Putri tersebut lari ke sebuah sungai di dekat istana. Dia menangis dan menangis dalam waktu yang lama di sungai tersebut dan memutuskan untuk bunuh diri di air terjun tersebut. Pada akhirnya sang putri mati setelah melompat ke aliran air. Dan suatu hari ketika beberapa orang menggunakan sungai tersebut untuk mandi dan mencuci mereka seperti mendengar suara perempuan menangis, suaranya sangat jernih dan kejadian yang sama pun terulang hingga berkali-kali. Karena sering mendengar suara suara itu makanya warga setempat memberinya nama Ai Beling yang artinya air yang berbicara. 

Baca Juga: Air Terjun Banyumala

Versi lain yang skeptis mengatakan penamaan Ai Beling disebabkan karena air terjun ini menjadi penanda musim bagi penduduk setempat, baik di Sempe maupun Kuang Amo. Bunyi air yang jatuh menandakan permulaan musim-musim tertentu. Mereka jadi tahu kapan akan kemarau dan kapan musim hujan akan dimulai. Karena itulah dimakan “air yang berbunyi” sebagai penanda musim.

Yang mana yang akan kamu percayai tidak jadi soal. Yang pasti, Air Terjun Ai Beling ini dapat menjadi salah satu tujuan wisata saat kamu ke Sumbawa. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Sumbawa, di bawah 30 km. Dengan mengendarai sepeda motor, kamu bisa mencapainya dengan relatif mudah karena rute yang dilalui dan penunjuk jalannya sudah cukup memadai.

Hanya saja, perlu memilih motor atau mobil yang akan kamu gunakan. Sebab dua tanjakan terakhir sebelum Ai Beling belum diaspal. Jalannya masih bebatuan yang terjal. Ini menjadi PR bagi Pemerintah setempat untuk memperbaiki akses menuju Ai Beling, mengingat, air terjun ini indah betul. Fasilitas di tujuan pun perlu dipelihara. Misalnya untuk kesediaan toilet umum dan soal kebersihan karena masih banyak yang buang sampah sembarangan.

Baca Juga: Wisata Brang Bako yang Eksotis

Salah satu kunci sukses tujuan wisata adalah destinasi tersebut harus dicintai oleh penduduk setempat. Dan sebenarnya Ai Beling sangat potensial untuk dicintai mengingat lokasinya yang dekat dan bisa menjadi penyegar di tengah cuaca Sumbawa yang begitu terik. Apalagi dalam lokasi tersebut bisa menjadi satu kawasan wisata bersama Bendungan Batu Bulan dan Air Terjun Pernek. Tinggal bagaimana konsepnya dibuat untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.