Mitos Sunda yang Umum di Masyarakat

Apa saja mitos yang ada di masyarakat Sunda? Berikut 7 mitos yang umum ada di masyarakat Sunda.

Memotong Kuku Malam Hari

Mitos menyatakan bahwa memotong kuku pada malam hari dapat mempengaruhi jiwa seseorang. Orang yang memotong kukunya malam-malam dianggap dapat gila, stres, atau tidak bahagia.

Sikap ini tidak ada hubungannya dengan ilmu psikologis. Perlakuan memotong kuku malam-malam merupakan nasehat agar tidak melukai jari karena pencahayaan yang kurang.

Duduk di Depan Pintu

Duduk di depan pintu dalam masyarakat Sunda dimitoskan akan membawa kesulitan dalam memiliki jodoh. Jodoh dimitoskan akan datang terlambat di usia lanjut.

Mitos ini memiliki maksud untuk melarang anak-anak, terutama anak perempuan, agar tidak duduk di depan pintu. Perbuatan ini menghalangi orang yang ingin masuk atau keluar ruangan.

Tidur Tengkurap dengan Kaki Diangkat ke Atas

Mitos ini sangat ditakuti oleh anak-anak sebab menyangkut ibu mereka. Mitos ini menyatakan bahwa tidur tengkurap dengan kaki diangkat ke atas dapat membuat ibu mereka meninggal.

Entah apa maksud dari mitos ini. Yang pasti, mitos ini bertujuan agar menghormati orang tua dengan tidak melakukan pantangan dan berkelakuan sopan.

Anak Gadis yang Tidak Bersih

Dalam masyarakat Sunda, ada mitos bahwa perempuan yang tidak berseka atau tidak bisa menjaga kebersihan akan memiliki suami yang brewok. Mitos ini membuat takut anak-anak perempuan, sehingga mereka harus menjaga kebersihan.

Mitos ini sempat berlaku sebab mitos ketampanan pada zaman dulu adalah wajah bersih dari brewok. Brewok dianggap simbol dari kekotoran dan kesemrawutan.

Pakai Baju Hijau di Pantai Selatan

Penghuni mistis pantai Selatan, Nyi Roro Kidul, dikabarkan memiliki warna kesukaan yakni warna hijau. Orang yang mengunjungi pantai Selatan dengan menggunakan fesyen berwarna hijau dimitoskan akan dibawa oleh Nyi Roro Kidul ke laut.

Tidak ada penjelasan ilmiah terkait hal ini. Mitos ini sangat terkenal karena cocoklogi kasus orang yang terseret arus laut kebetulan menggunakan pakaian hijau.

Baca Juga: 25 Pepatah Sunda Buhun dan Artinya

Bersiul di Malam Hari

Bersiul di malam hari dimitoskan dapat mengundang makhluk-makhluk halus yang menggangu. Hal ini dikarenakan anggapan bahwa makhluk halus senang dengan suara siulan.

Akan tetapi, mitos ini adalah pantangan yang sebaiknya tidak dilakukan karena berhubungan dengan etika masyarakat Sunda.  Bersiul dianggap perbuatan tidak sopan bila dilakukan di depan orang yang lebih tua.

Tidak Mengubur Kucing Hitam yang Ditabrak

Dalam sejarahnya, kucing adalah hewan yang akrab dengan manusia. Sebab itu, hewan yang satu ini sangat disayangi oleh orang-orang, termasuk orang Sunda.

Pada zaman dahulu, kucing hitam dikeramatkan karena merupakan jelmaan iblis atau roh leluhur. Melukai kucing hitam, bahkan membunuhnya tanpa alasan yang jelas, dapat membawa kesialan bagi orang yang melakukannya.

Mitos ini menyatakan bahwa orang yang menabrak kucing hitam dan tidak menguburkannya, maka orang tersebut akan mendapatkan kesialan. Kesialan tersebut bisa datang cepat, bisa juga datang di kemudian hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *