Pantai di Masalembu

Pesona Masalembu: Antara Mitos dan Eksotisme

oleh Huda Pratama Putera*

Pulau Masalembu merupakan sebuah kecamatan yang terletak di sebelah utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang terdiri dari 2 pulau tetangga yakni Pulau Keramaian dan pulau Masakambing. Dua pulau tersebut juga satu kecamatan dengan pulau Masalembu. Oulau ini ternyata menyimpan keindahan alam dan budaya yang masih terjaga.

Pulau Masalembu ini merupakan pulau yang cantik akan tetapi tidak banyak orang mengetahuinya. Namun siapa sangka bahwa pulau tersebut juga menyimpan misteri yang mungkin membuat orang luar takut berkunjung ke sana. Meski misteri tersebutlah yang membuat saya semakin tertarik untuk sampai ke sana.

Pulau Masalembu merupakan pulau yang dikelilingi lautan sehingga tak jarang warga di sana bekerja sebagai nelayan dan ada juga sebagai petani. Anak muda di sana ketika lulus SMA biasanya melanjutkan pendidikan dengan merantau ke kota untuk kuliah atau mondok, karena di sana tidak ada kampus. Dan bagi yang tidak melanjutkan pendidikan sebagian juga merantau ke kota untuk bekerja.

Perjalanan Menuju Pulau Masalembu

Perjalanan ke Masalembu memiliki rintangan yang lumayan berat bagi kita terutama yang mabuk kapal, maksudnya mabuk ketika di atas kapal. Tapi alhamdulillah bagi saya hal itu menjadi biasa karena semangat saya untuk bisa sampai ke sana.

Hanya ada satu transportasi jurusan Pulau Masalembu yaitu kapal. Untuk transportasi udara sampai sekarang saya rasa belum ada karena di sana belum ada bandara. Kapal jurusan Masalembu ini hanya ada di Surabaya (Pelabuhan Tanjung Perak) dan di Kalianget Sumenep (Pelabuhan Kalianget). Biasanya kalau kita dari Surabaya menuju Masalembu kurang-lebih 18 jam baru sampai. Dan apabila lewat Kalianget biasanya perjalanan 12 jam sampai Masalembu.

Akan tetapi ada juga lho kapal yang sangat lambat, kapal SABUK NUSANTARA 92 ikut kapal ini bisa-bisa dari Surabaya 20-22 jam baru sampai Masalembu. Wow… betapa lamanya kita berada di atas kapal. Buat kalian nih terutama yang mabuk kapal persiapkanlah mental yang mateng karena perjalanan ke sana tidak sebentar. Nah apabila kalian pengen ke sana tapi tidak mau kelamaan jangan sampai ikut kapal itu karena sangat lambat.

Saya mau ke Masalembu waktu itu, sudah ada teman yang menunggu di sana. Dan akhirnya saya berangkat dari pelabuhan Kalianget jam 06.00 dan sampai di Masalembu jam 18.30

Jika kalian berkunjung ke sana, tidak usah mempersiapkan dana yang banyak untuk penginapan, karena di sana tidak ada villa apalagi hotel. Cukup mendatangi Pak RT dan bilang cari penginapan mungkin kalian akan diberi tempat tinggal sementara secara gratis karena di sana penduduknya sangat ramah sekali. Di sana bukanlah tempat wisata jadi tidak ada hotel dan villa. Dan untuk sinyal internet, di sana adanya hanyalah TELKOMSEL dan hanya jaringan 3G saja.

Keindahan Pantai di Masalembu

Ketika di kota kita sangat asing dengan yang namanya pantai, namun ketika berada di pulau ini kita disuguhi dengan keindahan pantai di depan mata kita. Pantai di pulau ini sangatlah indah dan beragam terumbu karang masih tumbuh subur. Ada dua pantai yang menurut saya sangat nyaman ketika di kunjungi yakni Pantai Masna dan Pantai Sono. Kedua pantai tersebut mempunyai latar belakang yang menarik.

Kedua pantai ini memiliki air laut yang sangat jernih dan langit yang biru cerah sehingga tak ada bosannya ketika saya berada di sana.

Pantai Masna dulunya disebut “Tajhung” yang artinya ketika air surut di tengah-tengah pantai terdapat pasir yang menggunung biasanya di situlah tempat anak muda balapan motor. Pantai ini disebut sebagai Pantai Masna karena menurut cerita orang sana dulu ada seorang wanita yang bernama Masna diperkosa dan dibunuh di pantai itu dan konon katanya setelah itu dia sering gentayangan di pantai tersebut dan akhirnya disebut sebagai Pantai Masna oleh warga sampai sekarang. Di balik cerita itu pantainya sangat indah dan kata teman-teman saya yang merupakan orang Masalembu di pantai tersebut aman-aman saja itu hanyalah cerita belaka.

Dan Pantai Sono, dulunya pantai ini disebut Pantai Cemara karena di pesisirnya dipenuhi pohon cemara hingga akhirnya pemilik tanah tersebut membersihkan dan menebang pohon-pohon tersebut sehingga menjadi sebuah pantai yang sangat indah. Pemilik tanah di situ adalah Pak Sono dan diberilah nama Pantai Sono oleh beliau. Pantai ini sangat indah ketika kita sampai kesini kita langsung melihat bukit di area pantai yang membuat suasana  di sana semakin nyaman.

3 Suku di Pulau Masalembu

Di Masalembu terdapat 3 suku. Yaitu suku Madura, Bugis, dan Mandar. Ketiga suku tersebut mempunyai bahasa yang berbeda akan tetapi uniknya meski memiliki bahasa yang berbeda, ketiga suku tersebut ketika berkomunikasi menggunakan bahasa Madura.

Rumah orang di sana mengikuti budaya sukunya masing-masing. Suku Bugis dan Mandar mayoritas masih menggunakan Rumah Panggung sedangkan suku Madura hanya sebagian karena sudah mengikuti model-model tren.

Mitos di Pulau Masalembu

Pulau ini adalah tempat di mana kapal Thampomas II terbakar dan tenggelam. Masalembu dikenal dengan Segitiga Bermuda yang katanya sudah banyak memakan korban seperti tenggelamnya beberapa kapal dan jatuhnya pesawat. Dan kata orang-orang tua di sana “dulu di sini banyak jerengkong atau bheung (hantu yang menyerupai monyet dan bisa menyerang manusia)”.

Namun itu dulu sebelum adanya listrik. Dulu di sana pencahayaan menggunakan “dhemar conglet” biasanya berbentuk wadah berisi minyak tanah dan dengan penutup api kaca melonjong ke atas. Makanya di sana konon banyak hantu karena pencahayaan sangat redup. Itu dulu kok, sekarang sih sudah mengikuti perkembangan zaman sehingga tidak ada lagi hal-hal seperti itu. Tapi alhamdulillah selama saya di sana belum pernah menjumpai sesuatu yang seperti di katakan orang-orang tentang pulau itu.

*Huda Pratama Putera adalah mahasiswa UNTAG Surabaya, Jurusan Ilmu Konunikasi.

One Reply to “Pesona Masalembu: Antara Mitos dan Eksotisme”

Leave a Reply

Your email address will not be published.