Pribase Kate, Kumpulan Peribahasa Betawi dan Artinya

Peribahasa  dalam bahasa Betawi dikenal dengan istilah pribase kate. Pribase kate sering digunakan untuk memberikan nasihat atau peringatan terhadap seseorang supaya orang tersebut tidak melakukan perbuatan yang melenceng dari norma dan nilai-nilai yang dianggap baik dalam masyarakat Betawi.

Masyarakat Betawi menanamkan ajaran kearifan dimulai sedini mungkin sejak masa kanak-kanak dan remaja. Adapun pribase kate yang sering digunakan beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah sebagai berikut:

1.  Nilai-nilai untuk pantang menyerah dengan bekerja serius, bersungguh-   sungguh, dan sabar untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan/cita-cita dari orang tersebut

Kepala jadi kaki kaki jadi kepala.

Berjuang sungguh-sungguh demi mencapai apa yang dicita-citakan.

Pengemis Naek ranjang

Ungkapan yang mengingatkan bahwa orang yang miskin sekalipun dapat menjadi kaya. Nilai yang terkandung: memberikan semangat kepada kaula muda untuk terus berusaha tak mengenal lelah.

Kagak Bakal Lari di Uber

Seseorang tidak perlu terburu-buru dalam melakukan sesuatu karena apabila hal tersebut adalah rizkinya maka akan didapatinya. Nilai yang terkandung: Tak perlu tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, namun tidak kenal lelah dalam mengerjakan pekerjaannya.

2. Nilai-nilai kerendahan hati

Buta baru melek

Menggambarkan orang yang sebelumnya miskin. lalu tiba-tiba kaya rayap dan lupa diri karena kayanya itu. Nilai yang terkandung: Seseorang harus selalu rendah hati dan tidak sombong

Ikan gabus jangan dipanggang

Ikan gabus yang dipanggan rasanya tidak enak karena banyak sisiknya. Begitu juga dengan orang sombong akan membuat kawan merasa tidak senang berada di dekatnya. Digunakan dalam konteks hubungan antar manusia. Nilai yang terkandung: Dalam hidup jangan bersikap sombong.

Aer Laut Siape yang asinin

Ungkapan yang menggambarkan seseorang yang senang menyombongkan diri sendiri dan sering termakan pujian.  Nilai yang terkandung: harus selalu rendah diri karena manusia hanyalah hamba Tuhan.

Masang Gigi Jual celana

Merupakan nasihat kepada orang yang hendak memperbaiki diri dalam masyarakat namun malah mempermalukan dirinya sendiri. Nilai yang terkandung: seseorang harus mempersiapkan akhlak dan mentalnya terlebih dahulu dengan mawas diri dan apabila mentalnya telah siap maka barulah ia melangkah berbuat amal kebaikan.

3.  Nilai-nilai untuk berfikir secara mendalam serta melakukan perencanaan yang baik dan jauh kedepan dalam mengelola sumber penghasilannya/aspek ekonomi/keuangannya

Siang dibikin malem, malem dibikin siang

Menggambarkan kehidupan orang yang suka begadang, tidak tidur semalam suntuk, untuk sesuatu yang tidak ada gunanya. Nilai yang terkandung: seseorang harus mampu melakukan pengaturan waktu dengan baik.

Bagai Orang Menggoyang Batang Lontar

Ungkapan yang melukiskan pandangan orang yang melakukan kegiatan namun tidak mendatangkan penghasilan. Nilai yang terkandung: supaya manusia melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Ikan Teri Nyebrangin Lautan

Ungkapan yang menggambarkan seseorang yang melakukan pekerjaan berat tanpa memperhitungkan kemampuannya. Nilai yang terkandung: Seseorang harus mengukur kemampuan sebelum melakukan pekerjaan

Mancing Teri Pakai Kakap

Sindiran kepada orang yang mengeluarkan modal yang besar namun keuntungan yang didapatkannya kecil. Merupakan ungkapan yang dipakai dalam konteks yang dilakukan seseorang dalam menyambung hidupnya. Nilai yang terkandung: Dalam melakukan usaha harus dipikirkan secara matang sehingga diperoleh untung yang besar melalui usaha yang kecil

4.  Nilai-nilai menjaga lingkungan dan tidak merusak alam

Kencing numpang-numpang, puhunan ade penunggunye

Anjuran untuk tidak membuang hajat sembarangan.

Kebo Pulang ke Kandangnye

Merupakan ungkapan mengenai orang yang selalu ingin kembali ke kampung halaman/tanah airnya. Nilai yang terkandung: Nasihat untuk selalu ingat akan kampung halaman dan tanah air.

5.  Nilai-nilai sopan santun

Perawan duduk di pintu, jau jodo

Anjuran kepada anak gadis agar berperilaku sopan. Dengan tidak duduk di sembarang tempat.

Tempayan Maranin Gayung

merupakan ungkapan yang menggambarkan seorang wanita yang mendatangi/ mengejar lelaki. Hal tersebut adalah tidak wajar. Digunakan dalam konteks hubungan laki-laki dan perempuan. Nilai yang terkandung: seorang wanita harus bisa menjaga kehormatannya. Tempayan maranin gunung juga bisa berarti orang tua mendatangi anak, yang merupakan tidak pantas. Nilai yang terkandung: seharusnya seorang anaklah yang mendatangi orang tua.

Tua-tua Daun Bacang Makin Tua Makin Garing

Merupakan sindiran kepada seseorang yang sudah tua namun prilakunya masih seperti anak muda. Seperti melirik dan menggoda wanita. Nilai yang terkandung: seseorang harus semakin bijaksana seiring bertambahnya usia.

6.  Nilai-nilai dalam menjaga hubungan baik antara orang tua dan anak

Kacang Kagak Bakal Buang Lanjaran

Kacang adalah sayuran yang lemah batangnya sehingga tidak dapat dipisahkan dengan kayu junjungan yang menyanggahnya. Digunakan dalam konteks hubungan anak dengan orang tuanya. Nilai yang terkandung: Tingkah laku seseorang akan sama dengan orang tuanya.

Sayang Orang Tua Sepanjang Jalan, Sayang Anak Sepanjang Gale

Ungkapan yang menggambarkan besarnya kasih sayang orang tua kepada anak tidak dapat diimbangi kasih sayang anak kepada orang tuanya. Nilai yang terkandung: seorang anak harus menghormati orang tuanya dengan melihat besarnya kasih sayang orang tua kepada anak tersebut.

Peribahasa Betawi yang Berupa Sindiran

1. Jadi daon kagak nyibek, jadi aer kagak nyiduk (jadi daun tidak menyobek, jadi air tidak menciduk)

Janganlah suka mencampuri urusan orang lain. Itulah maksud dari peribahasa daon kagak nyibek, jadi aer kagak nyiduk. Terlebih zaman sekarang, kecanggihan teknologi justru dijadikan sebagai ajang untuk sibuk mengurusi kehidupan orang lain.

Celakanya lagi, banyak orang yang pandai menasihati tanpa berkaca terlebih dahulu. Lebih tertarik mengomentari kehidupan orang lain daripada mengurusi permasalahan hidupnya sendiri.

2. Makan ikan kagak dibalik (makan ikan tidak dibalik)

Apakah kamu termasuk tipe seorang yang makan ikan tidak dibalik? Padahal, sangat mubazir, bukan? Senada dengan pertanyaan di atas, peribahasa ini juga menekankan hendaknya dalam mengelola keuangan diatur secermat mungkin alias menghindarkan diri agar tidak boros.

Untuk itu, penting mempunyai list kebutuhan yang terencana dengan matang dan logis, rutin menyusun anggaran, disertai pula oleh komitmen sungguh-sungguh.

3. Nunggu ujan di langit, aer di tempayan ditumpain (menunggu hujan di langit, air di tempayan ditumpahkan)

Peribahasa nunggu ujan di langit, aer di tempayan ditumpain berarti seseorang yang mengharapkan lebih banyak tapi belum tentu, sedangkan yang sudah ada disia-siakan. Hakikatnya, berharap itu memang indah, namun jangan sampai membuatmu menjadi lupa daratan hingga mengabaikan apa yang telah kamu punya sekarang.

Hal ini dilakukan agar ke depannya, saat harapan itu tidak dapat terwujudkan, kamu tidak akan kehilangan sesuatu yang sedang dimiliki. Jaga dan syukurilah apa pun yang kamu miliki kini. 

4. Tempayan gede tutupnye, anak perawan gede kentutnye (tempayan besar tutupnya, anak perawan besar kentutnya)

Peribahasa tempayan gede tutupnye, anak perawan gede kentutnye ditujukan sebagai nasihat kepada seorang gadis yang tingkah lakunya kurang sopan. Tak dapat dimungkiri, perilaku seorang perempuan dalam menjalankan etika kerap dijadikan sebagai tolak ukur kesopanan.

Kebiasaan baik bisa dimulai dari hal sederhana seperti, tidak bermain smartphone terus menerus dalam sebuah pertemuan. Sebab, sikap sopan santun bukan hanya bakal menyenangkan banyak orang, melainkan juga keberadaanmu akan jauh lebih dihargai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *