Traveling Tanpa Khawatir Gigitan Nyamuk

Punya anak, 2 perempuan, tentu berbeda perlakuannya dengan punya anak laki-laki. Terlebih dalam soal traveling. Kalau anak laki-laki, ibarat kata di-cengkeweng juga bisa. Kalau anak perempuan, harus lebih hati-hati, apalagi hobi travelingku adalah keluar-masuk hutan yang kerap harus berhadapan dengan gigitan serangga, terutama nyamuk.

Gigitan nyamuk tidak bisa dianggap enteng. Apalagi terhadap anak-anak yang lebih rentan. Reaksi yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk pada anak lebih kuat dibandingkan orang dewasa karena sistem kekebalan tubuhnya.

Baca Dulu: Lembah Tepus, Surga Tersembunyi di Bogor

Ada memang orang-orang yang ‘kebal’ dari gigitan nyamuk. Mereka bahkan tidak akan merasa gatal. Andrew Murphy, MD, anggota American Academy of Allergy, Asma & Immunologi mengatakan hal itu menandakan tidak adanya alergi sehingga tak ada reaksi negatif yang timbul karena gigitan nyamuk.

Yang paling sering terjadi setelah digigit nyamuk adalah benjolan kecil berwarna merah. Bentol ini bisa bertahan hingga 2 hari dan kondisi umum terhadi sebagai respons tubuh terhadap protein asing di dalam liur nyamuk. Bagi sebagian orang, benjolan itu bisa lebih besar karena mereka lebih sensitif terhadap protein dalam liur nyamuk tadi. Warnanya biasanya lebih merah, dan bisa jadi karena sang nyamuk mengisap darah terlalu lama di tubuh kita.

Yang berbahaya adalah Jika setelah digigit nyamuk kita mengalami reaksi seperti bengkak, panas, merah, gatal-gatal disertai dengan demam, itu tandanya kita mengalami sindrom skeeter. Sindrom skeeter adalah reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap protein di dalam air liur nyamuk. Reaksi ini kemudian menyebabkan pembengkakan berlebihan pada area gigitan sehingga terasa panas, sakit, bahkan melepuh hingga mengeluarkan cairan. Anak-anak kecil serta orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh biasanya memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena sindrom skeeter.

Dikutip dari Zambuk, pada kasus tertentu, bintil berair, memar, dan gejala peradangan besar lainnya juga dapat terjadi pada anak berusia dua sampai empat tahun. Gejala-gejala ini akan menurun seiring bertambahnya usia. Layaknya masalah kesehatan lainnya, dampak fisik juga dapat memicu komplikasi. Harap waspada dengan infeksi bakteri yang mungkin terjadi:

  • Impetigo

Luka koreng dan bernanah yang terjadi karena anak menggaruk bentol akibat gigitan serangga.

  • Selulitis

Kulit kemerahan yang sakit dan nyeri apabila disentuh.

  • Limfangitis

Infeksi yang menjalar ke saluran getah bening, menghasilkan garis merah hingga lengan dan kaki. Ini merupakan komplikasi serius karena dapat menyebar ke aliran darah dan memicu sepsis.

Anakku lebih berisiko karena tergolong “darah manis”. Maksudnya, apabila ada gigitan tersebut, reaksi yang terjadi bisa gatal berlebihan. Dan mereka ini tidak bisa menahan diri untuk tidak menggaruk badan terus-terusan. Akibatnya, minimal ada bekas luka atau bila lebih parah, luka tersebut jadi koreng yang lama sembuhnya.

Inilah, sebagai orang tua, aku khawatir juga pada bekas luka pada anak perempuan. Bisa jadi bekas-bekas luka dan koreng itu mengurangi rasa percaya diri mereka kelak.

Perlindungan anti nyamuk saat traveling itu pun menjadi sangat penting. Namun, tak kalah pentingnya adalah perlindungan setelah gigitan nyamuk. Salep yang kupilih adalah salep yang mengandung minyak eukaliptus dan kapur barus (camphor) untuk meredakan gatal akibat gigitan nyamuk. Contohnya adalah Salep Zambuk.

Baca Juga: Kenangan Berwisata di Daerah Puncak

Setelah mengoleskan salep, penting juga bagi kita untuk mengedukasi nahwa bentol pada kulit anak sebaiknya tidak digaruk agar terhindar dari infeksi. Alihkan pikirannya pada hal-hal lain yang bermanfaat dan menarik buat dia agar tidak menggaruk badan.

Seiring pertumbuhannya, mereka akan makin mengerti cara terhindar dari gigitan nyamuk dan pengobatan yang tepat. Yang paling utama adalah anak-anak kita mendapatkan kenyamanan dan mengandalkan orang tua ketika digigit nyamuk, atau serangga lainnya, sehingga mereka berpikir orang tua akan selalu ada bersama mereka di setiap tantangan fisik atau emosional yang mereka hadapi. Jadinya kita bisa traveling tanpa khawatir dengan gigitan nyamuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *